Malang – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Dalam ajang Anugerah Kampus Unggulan 2025 yang diselenggarakan oleh Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VII, UMM berhasil meraih posisi pertama kategori Implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) terbaik untuk Perguruan Tinggi berakreditasi institusi A/Unggul.

Penghargaan ini menjadi bukti nyata atas komitmen dan konsistensi UMM dalam mengawal mutu pendidikan tinggi secara berkelanjutan, baik di tingkat universitas, fakultas, maupun program studi.

Kepala Badan Penjaminan Mutu Internal (BPMI) UMM, Prof. Dr. Ir. Jabal Tarik Ibrahim, M.Si, menyampaikan rasa syukur sekaligus kebanggaannya atas capaian tersebut. “Alhamdulillah, SPMI kita masih menjadi yang terbaik di antara kampus-kampus unggul di lingkungan LLDIKTI Wilayah VII,” ujarnya dengan penuh rasa syukur.

Menurut Prof. Jabal, penghargaan ini tidak hanya mencerminkan keberhasilan administrasi atau kepatuhan terhadap standar mutu, tetapi juga menunjukkan bagaimana budaya mutu telah mengakar kuat dalam seluruh aktivitas akademik dan non-akademik di UMM. Ia menegaskan bahwa keberhasilan implementasi SPMI merupakan hasil kerja kolektif dari semua unsur universitas yang bergerak secara selaras dan konsisten.

“SPMI bukan sekadar dokumen atau laporan, tetapi sistem yang hidup, yang menggerakkan seluruh komponen kampus agar senantiasa melakukan perbaikan berkelanjutan,” jelasnya.

Prof. Jabal menambahkan, keberhasilan ini tidak mungkin tercapai tanpa dukungan penuh dari pimpinan universitas. Ia secara khusus menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Rektor dan para Wakil Rektor UMM yang selama ini memberikan perhatian luar biasa terhadap penguatan sistem mutu.

“Kami di BPMI sangat berterima kasih atas dukungan luar biasa dari pimpinan universitas. Rektor dan para Wakil Rektor selalu hadir memberikan arahan, memotivasi, bahkan ikut terlibat langsung dalam evaluasi mutu. Komitmen pimpinan inilah yang membuat SPMI kita terus berkembang dan terjaga konsistensinya,” tutur Prof. Jabal.

Ia juga menyampaikan penghargaan kepada para pelaksana mutu di tingkat Unit Pengelola Program Studi (UPPS) dan Program Studi (PS) yang menjadi ujung tombak penerapan SPMI. “Para pelaksana mutu di level UPPS dan PS adalah garda terdepan dalam memastikan standar mutu akademik dan layanan benar-benar diterapkan dengan baik. Mereka bekerja keras, sering kali di balik layar, memastikan bahwa setiap proses di kampus berjalan sesuai standar,” ujarnya.

Selain itu, Prof. Jabal juga memberikan apresiasi kepada tim Gugus Penjaminan Mutu Internal (GPMI) dan para auditor mutu yang secara konsisten melakukan monitoring serta evaluasi. “Tim GPMI dan para auditor memiliki peran penting dalam menjaga objektivitas dan kontinuitas sistem mutu kita. Mereka menjadi mata dan telinga BPMI di lapangan,” katanya.

Tidak lupa, ia juga menyoroti kerja keras seluruh tim BPMI yang selama ini mengawal implementasi sistem penjaminan mutu dengan semangat tinggi. “Saya sangat berterima kasih kepada tim BPMI. Mereka telah menunjukkan dedikasi dan profesionalisme luar biasa. Mereka bukan hanya pekerja administratif, tapi juga inovator yang terus mencari cara agar sistem mutu di UMM semakin efektif dan relevan,” ungkap Prof. Jabal.

Menurutnya, penghargaan dari LLDIKTI VII ini tidak boleh membuat UMM berpuas diri. Ia menekankan bahwa mempertahankan mutu jauh lebih sulit daripada mencapainya. Karena itu, BPMI bersama seluruh unit di UMM akan terus melakukan penguatan sistem dan inovasi, termasuk dengan mendorong digitalisasi proses mutu, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta penyempurnaan mekanisme evaluasi dan tindak lanjut hasil audit.

“Prestasi ini bukan akhir, tapi awal dari tanggung jawab yang lebih besar. Ke depan, tantangan mutu semakin kompleks, terutama dengan perkembangan teknologi dan kebijakan pendidikan tinggi yang dinamis. Karena itu, UMM harus terus adaptif dan inovatif agar budaya mutu tetap hidup dan menjadi bagian dari karakter institusi,” tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris BPMU UMM, Dr. Ir. Samin, MT dalam sambutannya menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh sivitas akademika atas kerja keras dan konsistensi dalam menjaga mutu di setiap lini. “Penghargaan ini adalah hasil kerja kolektif seluruh keluarga besar UMM. Kita patut bersyukur, namun tidak boleh berhenti berbenah. Mutu adalah napas universitas unggul. Tanpa budaya mutu, keunggulan hanya akan menjadi slogan,” ujarnya.

Capaian ini menegaskan posisi UMM sebagai kampus unggul yang konsisten menjaga kualitas tridarma perguruan tinggi dan tata kelola kelembagaan. Dengan penghargaan sebagai Implementasi SPMI Terbaik 2025, UMM menunjukkan bahwa keunggulan institusi tidak hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi juga dari kemampuan menjaga sistem mutu yang kokoh dan berkelanjutan.

Prof. Jabal menutup pernyataannya dengan penuh optimisme. “Selamat untuk seluruh sivitas akademika UMM. Terima kasih atas kerja keras, kebersamaan, dan semangat menjaga mutu. Semoga prestasi ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas dan memberikan kontribusi terbaik bagi pendidikan tinggi di Indonesia,” ujarnya.