Dalam rangka langkah strategis untuk mengawal kualitas tridharma pendidikan tinggi secara berkelanjutan, maka Badan Penjaminan Mutu Internal (BPMI), Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada hari ini Rabu, 1 Juli 2026 telah sukses melaksanakan kegiatan “Koordinasi Implementasi dan Hasil Monitoring Tindak Lanjut Rapat Tinjauan Manajemen (RTM)”.

Kegiatan ini dihadiri oleh pimpinan universitas (Rektor & Wakil Rektor I, II, III, IV, V), dan dekan-dekan di fakultas. Kegiatan dalam forum ini adalah melakukan evaluasi dan pengukuran bagaimana efektivitas dalam perbaikan (tindak lanjut) yang telah disepakati dan dieksekusi oleh masing-masing unit kerja pasca pelaksanaan Audit Mutu Internal siklus sebelumnya.

Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) adalah instrument penting pada siklus penjaminan mutu internal. Tetapi, BPMI UMM mengetahui bahwa dokumen dari hasil RTM tidak akan memberikan dampak perubahan yang signifikan tanpa ada proses pengawalan dan evaluasi implementasi yang baik. Maka dari itu, kegiatan ini difokuskan pada memastikan berjalannya tahap Pengendalian dan Peningkatan pada siklus standar mutu PPEPP (penetapan, pelaksanaan, evaluasi, pengendalian, dan peningkatan).

Prof. Dr. Ir. Jabal Tarik Ibrahim, M.Si (Kepala BPMI UMM) menegaskan esensi dari kegiatan koordinasi ini “Keberhasilan sistem penjaminan mutu institusi tidak hanya diukur dari seberapa tebal dokumen laporan evaluasi yang dihasilkan, tetapi dari seberapa konsisten dan disiplin kita melakukan eksekusi rencana perbaikan yang telah dirumuskan. Dari koordinasi ini diupayakan untuk tidak adanya kesenjangan antara kebijakan mutu ditingkat rektorat dengan realitas implementasi dilapangan”.

Dalam pleno, BPMI memaparkan peta jalan hasil pemantauan dari berbagai unit kerja. Fokus utama pembahasan mencakup kepatuhan penutupan temuan audit, pemutahiran luaran tridharma perguruan tinggi, dan kelengkapan dokumen.

Kendala teknis maupun administratif yang dialami oleh fakultas dan prodi selama perbaikan mutu juga didiskusikan secara terbuka untuk mencari solusi kebijakan dari pimpinan. Hal ini menjadi sangat penting untuk menyongsong berbagai asesmen eksternal, baik oleh BAN-PT, Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM), dan maupun lembaga akreditasi internasional.

Melalui sinergi lintas unit yang terbangun dari kegiatan ini, UMM kembali menegaskan komitmen untuk tidak sekedar memenuhi standar minimal kepatuhan administrative tetapi menjadikan mutu sebagai denyut nadi dan budaya kerja.

Langkah taktis pemantauan RTM ini diharapkan semakin menguatkan status akreditasi unggul dan memacu strategis UMM menuju rekognisi internasional sebagai world class university.

Kegiatan ini ditutup dengan kesepakatan target penyelesaian tindak lanjut dan penandatanganan komitmen bersama oleh seluruh pemangku kepentingan.