MALANG – Badan Penjaminan Mutu Internal (BPMI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melaksanakan kegiatan studi banding (benchmarking) ke Direktorat Penjaminan Mutu Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) pada Kamis, 25 Juni 2026. Kegiatan yang berlangsung dari pukul 13.00 hingga 15.00 WIB ini bertempat langsung di Kantor Direktorat Penjaminan Mutu UNY.

Studi banding ini dihadiri oleh 11 orang staf perwakilan dari BPMI UMM serta disambut hangat oleh 12 orang perwakilan dari pihak Universitas Negeri Yogyakarta. Pertemuan ini bertujuan untuk saling berbagi pengalamandan praktik baik (good practices) terkait tata kelola serta integrasi sistem penjaminan mutu di lingkungan perguruan tinggi.

Acara diawali dengan sambutan dari Sekretaris Penjaminan Mutu UNY, Endah Retnowati, M.Ed., Ed.D. Dalam sambutannya, beliau memaparkan sistem benchmarking penjaminan mutu di UNY di hadapan para peserta, yang di antaranya dihadiri oleh Martutik, S.IP., M.Pd., Dr. Fudianti Anggani, S.Th.I., M.A., Isdiana, S.Pd., Dr. Syukrul Hamdi, M.Pd., Tri Wahyono, S.Tr.A.B., Agus Widodo, S.Tr.AB., dan Latief Halim Mustofa. Endah Retnowati berharap melalui diskusi ini, UMM dan UNY dapat saling menginspirasi dan diadopsi hal-hal baik demi kemajuan penjaminan mutu bersama.

Kepala BPMI UMM, Prof. Dr. Jabal Tarik Ibrahim, M.Si., dalam kesempatan yang sama menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam atas sambutan hangat dari pihak UNY. Beliau turut memperkenalkan tim kerja BPMI UMM yang hadir. “Meskipun setiap kampus memiliki keunikan dan karakteristiknya masing-masing, pengalaman baik dari UNY ini diharapkan mampu memberikan wawasan baru yang berharga bagi pengembangan mutu di UMM,” ujar Prof. Jabal Tarik.

Dalam sesi diskusi inti, Tim Direktorat Penjaminan Mutu UNY memaparkan berbagai praktik baik terkait tata kelola penjaminan mutu dan menjawab berbagai pertanyaan dari tim UMM. Beberapa poin penting yang berhasil dihimpun dari diskusi tersebut meliputi:

  1. Peran Strategis Direktorat Penjaminan Mutu: Direktorat Penjaminan Mutu UNY merupakan badan yang ditugasi langsung oleh Rektor untuk mendukung kebijakan penjaminan mutu universitas, sedangkan urusan keuangan dikelola penuh oleh Badan Keuangan. Karena perkembangannya dipantau secara mengikat oleh BAN-PT dan LAM, indikator penjaminan mutu sepenuhnya menyelaraskan aturan lembaga akreditasi tersebut.
  2. Integrasi Data dan Portal Satu Pintu: Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) di UNY telah terintegrasi dalam satu portal informasi yang menyerap data dari berbagai unit kerja sesuai tupoksinya. Pengelolaan infrastruktur data ini didukung penuh oleh Biro Sistem Informasi dan Digitalisasi. Salah satu sistem yang dipamerkan adalah platform e-Monev PBM UNY (https://survey.uny.ac.id/emonev-pbm) yang mencatat rekam jejak ketercapaian standar SPMI secara otomatis sesuai kluster LAM terkait.
  3. Kewenangan Standar Universitas: Ketetapan standar mutu sepenuhnya berada di tingkat universitas, sementara Unit Pengelola Program Studi (UPPS) atau Program Studi (PS) memilih standar yang selaras dengan Rencana Anggaran Belanja (RAB) yang telah ditentukan untuk kemudian diajukan ke universitas.
  4. Pemanfaatan Hasil Audit: Hasil audit mutu internal dijadikan bahan utama dalam Rapat Tinjauan Manajemen (RTM), yang kemudian menjadi masukan krusial untuk penyusunan Rencana Operasional (RENOP) periode berikutnya.
  5. Struktur Pendukung Sistem Mutu: Kesuksesan penjaminan mutu ini turut ditopang oleh berbagai tim ad-hoc dan tim rutin yang andal, mulai dari Dewan Pertimbangan Mutu, Tim Penyusun/Pengembang Standar, Tim Auditor, hingga Tim Internal Reviewer untuk akreditasi nasional dan internasional.

Sebagai informasi tambahan, saat ini UNY menaungi 11 Fakultas dengan total 145 Program Studi. Untuk mengawal mutu kurikulum dan tridharma, sistem mereka mengelola hingga 160 item mutu di mana beberapa komponen penilaiannya sudah dapat dikalkulasi secara otomatis oleh sistem informasi, menghasilkan rekapitulasi skor kuantitatif maupun kualitatif (skor LKPS) yang komprehensif dari tahun ke tahun.

Kegiatan studi banding dan diskusi hangat ini diakhiri tepat pada pukul 15.00 WIB dengan foto bersama dan komitmen untuk terus menjaga jalinan silaturahmi akademik demi peningkatan mutu pendidikan tinggi di Indonesia. (BPMI UMM/Red)