Badan Penjaminan Mutu Internal (BPMI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menerima kegiatan Benchmarking Penjaminan Mutu dari Badan Penjaminan Mutu (BPM) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) pada Sabtu, 31 Januari 2026. Kegiatan ini dilaksanakan di Ruang Sidang Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UMM dan berlangsung pukul 08.00–11.00 WIB.
Kegiatan benchmarking ini dihadiri oleh 9 orang perwakilan BPM UMS dan 12 orang perwakilan Unit Penjaminan Mutu (UPM) UMS, dengan tujuan memperoleh gambaran praktik baik pengelolaan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) yang diterapkan di UMM.
Kegiatan dibuka oleh Prof. Dr. Jabal Tarik Ibrahim, selaku Kepala BPMI UMM. Dalam sesi pembukaan, Prof. Jabal memaparkan struktur organisasi dan tugas pokok serta fungsi (tupoksi) BPMI UMM, serta menjelaskan peran BPMI dalam mengoordinasikan implementasi SPMI di tingkat universitas, fakultas, dan program studi.
Pada kesempatan tersebut, Prof. Jabal juga memperkenalkan website BPMI UMM sebagai media utama penyediaan informasi, dokumentasi, dan transparansi sistem penjaminan mutu internal. “Struktur BPMI, alur kerja, hingga dokumen mutu kami sajikan secara terbuka melalui website, agar mudah diakses dan dipahami oleh seluruh unit,” jelas Prof. Jabal.
Kegiatan dilanjutkan dengan perkenalan dan paparan singkat dari Kepala BPM UMS, Hari Prasetyo, S.T, M.T, Ph.D. Dalam paparannya disampaikan bahwa di UMS, Badan Penjaminan Mutu memiliki ruang lingkup kerja yang mencakup SPMI dan Sistem Penjaminan Mutu Eksternal (SPME). Perbedaan cakupan tugas tersebut menjadi salah satu latar belakang dilaksanakannya benchmarking ke UMM.
Sesi selanjutnya diisi dengan diskusi dan tanya jawab, di mana peserta dari UMS menggali berbagai praktik baik yang diterapkan di UMM. Salah satu topik utama yang dibahas adalah bentuk sistem yang diimplementasikan UMM dalam menjalankan proses SPMI.
Menanggapi hal tersebut, Prof. Jabal menjelaskan bahwa implementasi penjaminan mutu di UMM didukung oleh dua aspek utama, yaitu sistem SPMI sebagai kerangka regulasi dan siklus PPEPP, serta sistem informasi penjaminan mutu sebagai pendukung operasional.
Dalam penjelasannya, Prof. Jabal memaparkan penggunaan IQASS (Internal Quality Assurance System) sebagai sistem informasi penjaminan mutu di UMM yang mendukung proses perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, pengendalian, dan peningkatan mutu secara terintegrasi dan terdokumentasi.
Melalui kegiatan benchmarking ini, BPMI UMM berharap terjalin pertukaran pengetahuan dan praktik baik antar perguruan tinggi, khususnya di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA), dalam rangka memperkuat implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal secara berkelanjutan.