Tingkatkan Implementasi Penjaminan Mutu Kelas Dunia, BPMI UMM Gelar Benchmarking Internasional dengan University of Hamburg Jerman

Visi sebagai universitas berkelas dunia (World Class University) diwujudkan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melalui Badan Penjaminan Mutu Internal (BPMI) salah satunya melalui sukses melaksanakan kegiatan benchmarking dengan salah satu institusi terkemuka di Eropa, University of Hamburg, Jerman. Benchmarking ini berfokus pada pertukaran pengalaman dan best practices terkait Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), pengelolaan mutu akademik berkelanjutan, dan penyelarasan standar pendidikan tinggi. Prof. Dr. Ir Jabal Tarik Ibrahim, M.Si (Kepala BPMI UMM) memimpin langsung jalannya diskusi dengan didampingi Novita Ratna Satiti, SE., MM., Ph.D. (Sekretaris BPMI), Fendy Hardian Permana, M.Pd (Kepala Divisi Bidang Pengelolaan Dokumen & Pendampingan), Prof. Dr. Rahayu Relawati, M.M (Kepala Divisi Bidang Pengembangan Standar), Dr. Ir. Wahono, MT (Kepala Divisi Bidang SIM dan Survei)., dan Dr. Mayang Dintarini, M.Pd (Kepala Divisi Bidang AMI dan RTM), bersama pimpinan dan pakar mutu dari University of Hamburg yaitu Nicola Koberl dan Martina S. Diskusi ini mengupas tuntas bagaimana University of Hamburg dan Universitas Muhammadiyah Malang membangun budaya mutu yang mengakar kuat, mulai dari evaluasi kurikulum, audit mutu internal, hingga strategi pemenuhan akreditasi. “Pertemuan dengan University of Hamburg ini bukan sekadar kunjungan atau diskusi seremonial. Ini adalah langkah konkret dan strategis UMM untuk memastikan bahwa sistem penjaminan mutu yang BPMI UMM jalankan ini sudah sejalan dengan standar global. Kami ingin memastikan setiap mahasiswa UMM mendapatkan kualitas pendidikan, riset, dan layanan yang setara dengan universitas-universitas top di Eropa,” Prof. Dr. Ir Jabal Tarik Ibrahim, M.Si (Kepala BPMI UMM) dalam pemaparannya. Salah satu topik utama yang menarik perhatian dalam benchmarking ini adalah bagaimana University of Hamburg mengintegrasikan sistem informasi digital dalam memantau performa dosen dan kepuasan mahasiswa secara real-time. Hal ini sangat sejalan dengan sistem iQASS (Integrated Quality Assurance and Survey Systems) yang saat ini terus dikembangkan dan dioptimalkan oleh BPMI UMM. Melalui benchmarking ini, UMM akan mengadopsi beberapa strategi unggulan dari Jerman, di antaranya: Peningkatan Audit Mutu Berbasis Risiko (Risk-Based Audit): Memitigasi potensi penurunan kualitas sejak dini sebelum menjadi masalah. Penguatan Keterlibatan Stakeholder: Memastikan umpan balik dari alumni, pengguna lulusan, dan mitra industri luar negeri terintegrasi langsung ke dalam pemutakhiran kurikulum. Akselerasi Rekognisi Internasional: Mempersiapkan lebih banyak program studi di UMM, untuk meraih akreditasi bergengsi di tingkat Eropa. Langkah internasionalisasi melalui penguatan sistem mutu ini sekaligus menjadi bentuk pertanggungjawaban publik (akuntabilitas) UMM kepada masyarakat luas. “Kami ingin memberikan jaminan kepada masyarakat, khususnya para orang tua yang menitipkan putra-putrinya di UMM, bahwa sistem pendidikan UMM dikawal oleh standar mutu yang diakui dunia. UMM Pasti: Pasti Lulus Tepat Waktu, Pasti Mandiri, dan Pasti Bekerja, kini didukung oleh penjaminan mutu berstandar internasional,” tutup Prof. Dr. Ir Jabal Tarik Ibrahim, M.Si (Kepala BPMI UMM). Kegiatan ini diharapkan menjadi pintu pembuka bagi kerja sama yang lebih luas antara UMM dan University of Hamburg, tidak hanya dalam hal penjaminan mutu, tetapi juga mengarah pada kolaborasi riset, pertukaran dosen, dan program joint degree di masa mendatang.